Dunia kembali mencoba menipu ku. Awalnya aku merasa senang akan kehadiran teman baik disisiku, senang akan aksi tak abal abal meraka yang selalu ada. Namun aku serasa disayat rindu, lebih perih. Aku bak mainan yang tak tau arah. Apakah mereka menipumu? Atau hanya membenci ku? Tidak ada yang mendengarkan. Aku hanya bisa berusaha. Berusaha bersuara dibalik hati yang linglug mau nangis seperti apa? Tentu saja aku ingin menangis, siapapun yang menjadiku sama seperti ku pasti akan menangis. Tak seberat itu sebenarnya masalahku. Hati ku terus meronta ronta meminta kepada atma, cobalah walau sekali saja. Tentu saja aku merasa tak berguna, sama sekali. Aku dulu terbuai oleh kata kata manis mereka. Mereka hanya penipu. Untung saja aku tidak jadi menilai dunia bahwa ia yang menipuku. Aku juga tak terlalu menyalahkan mereka. Itu juga haknya. Mau mendukung atau menjatuhkan atau hanya melihat saja. Jelas itu berbeda, punya topoksi masing-masing untuk berkerja. Namun manusia tentu saja berbeda beda. Tak semuanya sama, tapi tidak papa. Aku tidak mengupayakan, hanya saja aku letih dan kecewa. Selalu saja seperti ini. Hanya bisa diam dan berusaha. Jujur saja aku sangat kasihan pada dia "diriku". Jika sudah tidak di anggap masih saja mencoba bersuara. Dia " diriku" tak tahu bahwa dia sudah lelah. Lebihh baik diam dan mencari suara untuk memulihkan atma. Sudah cukup merasa disakiti. Sekarang syukuri saja dan Terima semua apa adanya. Aku percaya kau pasti bisa.. Jangan terlalu memikirkan hal yang buruk tentang dirimu. Yuk berfikiran postif saja. Walau pada hakikatnya sama saja seperti menipu diri sendiri.







0 komentar:
Posting Komentar