Malam hiruk pikuk dengan dunia yang penuh warna. Bagi sebagian mereka dunia memang ladang untuk bahagia, bermain layaknya taman bermain, tertawa layaknya permaslahan hidup yang tak pernah ada. Namun bagiku, merekalah permasalahan hidupku. Tidak asing lagikan jika ku sebut kata mereka? Ya, mereka adalah sekelompok manusia yang sedang bertumbuh dan belajar dengan dunia yang terlalu banyak pembelajarannya. Sayanya mereka terlena dan bergoyang pada jalurnya yang tak sesungguhnya. Sudah sering sekali aku melihat mereka dengan benci dan sinis. Tapi aku juga sadar bahwa mereka hanya saja sedang belajar dengan mulut tajam tajam yang selalu menjadi benalu untuk orang disekitarnya. Oh ya aku lupa, mereka menjadi benalu karena disekitar mereka memang penuh benalu. Seperti kata orang orang, jika berteman dengan sipenjual parfume kamu akan kena ciprat bau parfumnnya. Tak banyak yang ingin aku benci dari mereka. Hanya kata kata saja. Sudah jelas mereka bagai Penjahat tak tahu malu. Merasa diri paling sempurna dengan menghujat orang yang tak sesuai dengan standar otak buntutnya yang buntu. Sepertinya cermin cermin dirumahnya tak ada atau hancur. Sudah jelas dari aksi konyolnya dalam mengejek sesama. Lihat saja, mereka bahkan tak tahu bahwa diri mereka seperti apa. Terkadang ada yang lebih buruk, kata kata pedas mereka bagai larutan asam yang menelan habis semangat setiap jiwa suci yang ingin berkembang di dunia. Saat ini mungkin kita boleh diam dan tetap diam mengeluarkan senyum palsu. Jika mereka teralalu melampaui batas. Kan ku hapus mereka dari daftar manusia yang berakal dalam kategori standa kemanusiaanku. Jika itu sudah terjadi, dihati ku, pikiranku, mataku, kepala dan otakku mereka bukan lagi manusia melain kan binatang. Jika mereka masih berlagak bak raja hutan dengan kata kata asam sulfatnya yang tajam standarku mendorongnya keluar. Mereka bahkab sangat tak pantas bahkan untuk dipanggil sebagai binatang.Aku memang bukan tuhan, namun tuhan(Allah) yanh menciptakanku untuk menentukan standar golongan ku dalam kehidupan. Setidaknya standarku tak sama dengan srandar mereka yang keji.
Rabu, 25 September 2024
Home »
» Mereka Manusia Yang Tak berkaca
Mereka Manusia Yang Tak berkaca
September 25, 2024
No comments







0 komentar:
Posting Komentar